Materi


.



ORGAN PEREDARAN DARAH MANUSIA

Darah sangat penting peranannya bagi manusia. Salah satu
peranan darah yaitu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh dan
mengangkut karbon dioksida dari seluruh tubuh menuju paru-paru.
Dalam tubuh manusia, darah mengalir melalui organ-organ
peredaran darah. Apa saja yang termasuk organ-organ peredaran
darah? Apakah fungsinya? Untuk lebih jelasnya, ikuti pembahasan
materi berikut.
30 IPA 5
Mengenal Alam Sekitar
A. ORGAN PEREDARAN DARAH PADA
MANUSIA
Sebagian tubuh kita terdiri atas darah. Darah berwarna
merah. Darah terdiri atas cairan darah dan sel-sel darah. Cairan
darah terdiri atas air dan bahan-bahan kimia. Adapun sel darah
terdiri atas sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping
darah. Sel darah merah mengandung zat warna merah darah yang
disebut hemoglobin. Sel darah merah berguna untuk mengangkut
oksigen dan karbon dioksida. Sel darah putih berguna untuk
memakan kuman penyakit. Adapun keping-keping darah berguna
untuk menutup luka. Di samping itu, darah juga berguna untuk
mengatur suhu tubuh.
Darah selalu mengalir di dalam tubuh dan tidak pernah
berhenti. Darah mengalir melalui organ-organ peredaran darah.
Organ peredaran darah terkait dengan seluruh alat-alat tubuh yang

lain. Gas oksigen dari paru-paru diedarkan ke seluruh tubuh oleh
darah. Sisa pembakaran yang berupa gas karbon dioksida dari
seluruh tubuh diangkut menuju paru-paru juga oleh darah, dan masih
banyak tugas-tugas darah yang lain.
Adapun organ-organ peredaran darah terdiri atas jantung dan
pembuluh darah.
1. Jantung
Jantung berukuran kira-kira sebesar kepalan tangan. Jantung
terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Jantung berguna untuk
memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh.
Dinding jantung terdiri atas otot-otot yang selalu bekerja. Kerja
otot-otot jantung menyebabkan jantung berdenyut secara berirama.
Denyutan jantung menyebabkan darah terpompa keluar jantung.
Jantung terdiri atas empat ruangan, yaitu serambi kanan,
serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Antara serambi kiri dan bilik
kiri dibatasi oleh katup. Katup ini menjaga agar darah tidak mengalir
kembali ke serambi. Darah dari serambi kiri dapat mengalir ke bilik
kiri. Sebaliknya, darah dari bilik kiri tidak dapat mengalir ke serambi
kiri. Darah dari serambi kanan dapat mengalir ke bilik kanan.
Sebaliknya, darah di bilik kanan tidak dapat mengalir ke serambi
kanan.
Otot-otot pada bilik lebih tebal daripada serambi. Sebab otototot
bilik bekerja lebih berat daripada serambi. Tugas otot-otot balik,
yaitu memompa darah keluar dari jantung.
2. Pembuluh Darah
Organ peredaran darah yang lain yaitu pembuluh darah.
Pembuluh darah dibedakan menjadi dua, yaitu pembuluh nadi
(arteri) dan pembuluh balik (vena).
Pembuluh nadi (arteri) adalah pembuluh darah yang mengalirkan
darah ke luar jantung. Arteri berisi darah bersih, kecuali arteri
yang menuju ke paru-paru. Adapun pembuluh balik (vena) adalah
pembuluh darah yang mengalirkan darah masuk ke jantung. Vena
berisi darah kotor, kecuali vena yang berasal dari paru-paru.
Pembuluh nadi (arteri) bercabang-cabang menjadi cabang
yang sangat kecil yang disebut kapiler. Pembuluh vena juga
bercabang-cabang menjadi cabang-cabang yang lebih kecil.
Kapiler merupakan pembuluh darah yang menghubungkan antara
arteri dan vena. Pembuluh nadi yang paling besar disebut aorta.
Adapun pembuluh vena yang paling besar disebut vena kava.
Perbedaan pembuluh arteri dan vena dapat dilihat pada tabel 3.1
berikut.
Tabel 3.1 Perbedaan arteri dan vena
No. Aspek Perbedaan Arteri Vena
1. Letaknya Jauh dari permukaan kulit Dekat permukaan kulit
2. Dinding pembuluh Tebal, kuat, lentur Tipis, tidak lentur
3. Jumlah katup Satu di dekat jantung Banyak di sepanjang pembuluh
4. Denyutan Terasa Tidak terasa
5. Aliran darah Keluar dari jantung Memasuki jantung
6. Apabila terpotong Darah memancar Darah menetes
B. PEREDARAN DARAH BESAR DAN
PEREDARAN DARAH KECIL
Peredaran darah manusia selalu mengalir melalui pembuluh
darah. Oleh karena itu, peredaran darah manusia disebut sistem
peredaran darah tertutup.
Sistem peredaran darah manusia dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Peredaran Darah Besar
Peredaran darah besar adalah peredaran darah dari jantung
(bilik kiri) ke seluruh tubuh, dan kembali ke jantung lagi (serambi
kanan).
2. Peredaran Darah Kecil
Peredaran darah kecil adalah peredaran darah dari jantung
(bilik kanan) menuju ke paru-paru, dan kembali ke jantung (serambi
kiri).
Kerja jantung disebabkan adanya otot-otot pada dinding
jantung. Otot-otot jantung menyebabkan ruangan jantung dapat
menguncup dan mengembang. Ketika serambi mengembang, darah
dari seluruh tubuh masuk ke serambi kanan. Adapun darah dari
paru-paru masuk ke serambi kiri. Ketika bilik menguncup, darah
dari bilik kanan terpompa menuju paru-paru. Adapun darah dari bilik
kiri terpompa menuju ke seluruh tubuh.
Darah pada pembuluh nadi mengakibatkan timbulnya denyut
nadi. Tempelkan jari tangan kananmu pada pergelangan depan
tangan kirimu. Apa yang kamu rasakan?
34 IPA 5
Mengenal Alam Sekitar
Ketika kamu memegang pergelangan tangan akan terasa
denyut nadi.
Dalam keadaan istirahat denyut nadi orang dewasa mencapai
70–80/menit. Denyut nadi bertambah banyak apabila seseorang
melakukan kegiatan tertentu.
Kekuatan jantung dalam memompa darah menyebabkan
timbulnya tekanan darah. Tekanan darah normal orang dewasa
antara 80–120 mmHg. Tekanan darah dapat diukur dengan
menggunakan tensimeter.
Kegiatan
C. GANGGUAN DAN PENYAKIT PADA
PEREDARAN DARAH DAN CARA
MENGATASINYA
1. Gangguan dan Penyakit Pada Peredaran
Darah
Sistem peredaran darah manusia dapat mengalami kelainan/
gangguan. Beberapa gangguan dan penyakit pada peredaran darah,
yaitu:
a. Anemia
Anemia terjadi karena kekurangan sel-sel darah atau cairan
darah. Penyebab anemia, antara lain:
1) Pendarahan di dalam maupun di luar tubuh. Pendarahan ini
mengakibatkan kekurangan cairan darah.
2) Kekurangan vitamin B12 dan zat besi, sehingga mengakibatkan
kekurangan sel-sel darah.
36 IPA 5
Mengenal Alam Sekitar
Gejala-gejala anemia, antara lain tubuh terasa lemah, mudah
lelah, mata berkunang-kunang, dan mudah kesemutan.
Bagaimana cara mengatasi anemia?
Anemia yang tidak parah disarankan banyak mengonsumsi
makanan yang mengandung zat besi dan vitamin B12. Adapun anemia
yang parah dibantu dengan transfusi darah.
b. Hipertensi
Hipertensi adalah penyakit di mana tekanan darah seseorang
melebihi normal. Hipertensi disebut juga darah tinggi. Hipertensi
disebabkan adanya penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan
ini disebabkan oleh lemak atau zat kapur. Hipertensi dapat
mengakibatkan gangguan pada jantung, ginjal, dan pecahnya
pembuluh darah di otak (stroke). Stroke dapat mengakibatkan
kelumpuhan. Gejala-gejala tekanan hipertensi, antara lain, sakit
kepala, tengkuk terasa pegal, dan tiba-tiba keluar darah dari hidung.
Bagaimana cara mengatasi hipertensi?
Penderita hipertensi harus mengurangi makanan yang banyak
mengandung garam, memperbanyak minum, mengurangi pekerjaan
berat, dan lebih banyak istirahat. Pengobatan hipertensi dapat
dilakukan oleh dokter secara bertahap.
c. Leukemia
Leukemia adalah penyakit di mana sel darah putih diproduksi
secara berlebihan. Leukemia disebut juga kanker darah. Leukemia
terjadi karena sel darah putih yang berlebihan memakan sel darah
merah.
Gejala-gejala leukemia, antara lain badan lemah dan kurang
nafsu makan. Perawatan bagi penderita leukemia sebaiknya
dilakukan oleh dokter.
d. Hemofilia
Hemofilia adalah penyakit di mana darah sukar membeku.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Hemofilia
mungkin juga disebabkan kekurangan zat makanan tertentu,
misalnya vitamin K.
Bagaimana cara mengatasi hemofilia?
Pada hemofilia yang tidak parah, apabila bagian tubuh terluka
dapat ditaburi serbuk trombin. Pada hemofilia berat sebaiknya
pengobatan diserahkan kepada dokter.
Organ Peredaran Darah Manusia 37
2. Menjaga Kesehatan Organ-organ Peredaran
Darah
Jantung merupakan bagian terpenting dari organ-organ
peredaran darah. Apabila jantung berhenti selama satu menit saja,
tubuh akan kekurangan oksigen dan zat-zat makanan. Akibatnya
tentu akan sangat fatal dan dapat mengakibatkan kematian.
Agar organ-organ peredaran darah tetap bekerja harus rajin
olahraga. Jenis olahraga disesuaikan dengan kekuatan dan usia.
Selain olahraga, hendaknya mengikuti pola makan yang baik.
Misalnya, memilih makanan yang tidak banyak mengandung lemak.
Lemak banyak mengandung kolesterol. Kolesterol dapat
mengendap dan menyumbat pembuluh darah. Zat kapur juga dapat
mengendap pada pembuluh darah. Endapan kapur dan lemak
menyebabkan pengerasan pembuluh darah. Akibatnya tekanan
darah menjadi tinggi. Di samping itu, kita juga harusmenghindari
asap rokok dan minum-minuman keras.
Tugas

Your Reply